Evolusi Darwin Antara Teori , Dogma dan Kebenaran
Mungkin anda masih ingat saat dibangku sekolah tentang mata pelajaran biologi yang membahas tentang sebuah teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang terkenal dengan Teori Evolusinya yang ditulis dalam buku "The Origin of species" tahun 1859. Darwin berpendapat bahwa semua species makluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama melalui perubahan komulatif sedikit-demi sedikit dalam waktu yang lama dan dikendalikan sepenuhnya oleh peristiwa kebetulan. Pak guru yang menjelaskan teori ini pun mengatakan bahwa manusia modern yang hidup sekarang ini merupakan berasal dari species kera yang berevolusi menjadi manusia. pernyataan ini diperjelas dengan adanya bukti fosil Homo Erectus yang ditemukan di Sangiran Jawa Tengah. mendapat pelajaran tentang teori evolusi ini seusai pelajaran para siswa terbagi dalam dua kelompok yakni yang menolak bahwa ia dikatakan berasal dari species kera dan satu kelompok menerima informasi yang baru saja ia terima meski dengan hati penuh tanya. pada masanya teori ini banyak didukung oleh para ilmuan saat itu terutama para kaum materialis (paham yang tidak mengakui keberadaan lain selain materi).dukungan juga berasal dari kaum ateis yang menolak adanya penciptaan. darwin dalam bukunya menjelaskan bahwa makluk hidup berasal dari sel tunggal hingga berevolusi menjadi makluk hidup berbagai species seperti sekarang ini. para ilmuan pendukung teori ini (kaum Evolusionis) pun mulai melakukan berbagai eksperimen untuk menjelaskan bagaimana makluk bersel satu ini pertama kali muncul?. menurut teori Spontan New Generation yang berkembang saat itu menyatakan bahwa makluk hidup berasal dari benda tak hidup. teori ini bersandar pada anggapan bahwa seekor katak akan muncul dari lumpur atau belatung akan muncul dari sekerat daging. inilah hasil akhir yang didapat oleh evolusionis untuk menjelaskan bagaimana makluk hidup bersel satu muncul pertama kali. namun seorang ilmuan saat itu Louis Pasteur membantah jika makluk hidup berasal dari benda tak hidup. melalui percobaannya louis pasteur menemukan jawaban bahwa seekor belatung tak akan muncul dari daging melainkan akibat dari telur mikroskopis yang diletakkan oleh seekor lalat.
Terdapat hal mendasar menurut darwin yang menyebabkan timbulnya Evolusi:
1.Seleksi alam
anggapan ini didasarkan pada anggapan bahwa makluk hidup yang kuat dan dapat beradaptasi dengan lingkungan yang akan bisa bertahan hidup.contohnya rusa-rusa yang diburu oleh pemangsa hanya yang kuat dan berlari cepat yang akan mampu bertahan hidup. menurut darwin seleksi alam ini tak akan memunculkan evolusi tanpa adanya variasi menguntungkan berkebetulan. anggapan darwin ini terilhami oleh ilmuan pada masanya yang bernama Lamarck. yang menyatakan bahwa makluk hidup mewariskan sifat yang diperoleh semasa hidupnya kepada generasi berikutnya.
2.Mutasi
adalah perubahan atau distorsi yang terjadi pada DNA makluk hidup yang disebabkan oleh radiasi atau pengaruh kimia. bahwa makluk hidup terdefensiasi dari satu species satu ke species lain sebagai peristiwa mutasi.
itulah hasil pemikiran Darwin dan para pendukungnya dengan keterbatasan alat dan pengetahuan dimasanya.
apa yang dicapai ilmu pengetahuan modern tentang Teori evolusi?
apa yang diungkap oleh ilmu pengetahuan modern bertolak belakang dengan apa yang kaum evolusionis pertahankan selama ini. hampir semua cabang ilmu biologi yang berkembang di abad modern dari bio kimia modern hingga biologi molekuler telah berhasil mengungkap berbagai rahasia-rahasia yang beberapa abad sebelumnya masih menjadi misteri dengan dukungan peralatan modern yang canggih.kita mulai dari sebuah sel hidup, dimana tubuh kita tersusun dari milyaran sel hidup ini jika pendukung teori evolusi berpendapat bahwa satu sel hidup tidak lebih dari satu titik hitam yang sederhana maka dengan mikroskop elektron yang ditemukan pertengahan abad 20 berhasil mengungkap betapa satu sel hidup merupakan bentuk yang teramat rumit dan kompleknya tata kerja hingga sebuah sel dapat bertahan hidup? bagaimana makluk hidup bersel satu sekalipun bisa bertahan hidup berkat dilengkapi dengan alat penggerak dan sistem tubuh yang rumit? sebagai gambaran dalam sebuah sel terdapat membran sel yang bertugas mengatur masuknya zat-zat yang berguna bagi sebuah sel, terdapat pula aparatus golgi, mitokondria, inti sel. ternyata sebuah sel yang tampak seperti titik jika dilihat dari mikroskop biasa ternyata merupakan satu sistem yang sangat kompleks. yang tak kalah menariknya adalah ditemukannya Rantai ganda DNA didalam sebuah inti sel. bio kimia modern mengungkap bahwa betapa DNA adalah sebuah desain rumit dan rapi yang tak mungkin DNA adalah hasil dari sebuah peristiwa kebetulan. sebab dalam sebuah rantai ganda DNA ini tersimpan semua informasi tentang makluk hidup mulai dari mata, alis, rambut, telinga hingga warna kulit semua tersimpan dalam helix ganda ini. menurut perhitungan rantai DNA yang memenuhi 1 sendoh teh memiliki kapasitas untuk menyimpan informasi setara dengan informasi pada semua buku yang pernah ditulis, fantastis..!!! lalu bagaimana kaum evolusionis dapat mengeklaim bahwa sebuah sel adalah tak lebih dari bercak sederhana, dimana jika satu dari bagian saja dari sel ini belum terbentuk sebagaimana klaim mereka kalau makluk hidup berevolusi sedikit-demi sedikit dalam waktu yang lama maka sebuah sel akan mati dan kehidupanpun tak akan ada?? dalam bukunya Darwin menulis dalam buku the origin of species pada bab the difficulties of theory darwin menyatakan bahwa "
berkenaan dengan mekanisme evolusi melalui seleksi alam bahwa hanya makluk hidup yang kuat dan beradaptasi yang akan bertahan hidup tidaklah bisa dijadikan pemicu terjadinya sebuah evolusi sebab seleksi alam hanya akan menghilangkan individu-individu lemah dan cacat untuk menjamin kelangsungan dari suatu species. untuk itu darwin menambahkan adanya variasi menguntungkan berkebetulan pada mekanisme seleksi alam ini. akan tetapi pewarisan sifat menguntungkan pada generasi berikutnya seperti yang ia kemukakan bertentangan dengan hukum dasar biologi. mereka juga percaya bahwa sifat makluk hidup diwariskan melalui darah. namun pendapat tersebut dibantah setelah ditemukannya hukum penurunan sifat oleh ahli botani Gregore Mendel yang menyatakan bahwa yang diturunkan pada generasi setelahnya bukanlah sifat-sifat fisik dapatan melainkan gen. scenario tentang sifat-sifat dapatan yang terakumulasi dari generasi ke generasi sehingga memunculkan generasi baru tidaklah mungkin sebab ilmu biologi awal abad 20 mengemukakan adanya sistem dan organ yang rumit pada makluk hidup yang tak akan berfungsi kendati hanya satu dari komponen ini yang hilang, sistem yang disebut kompleksitas tak tersederhanakan dari makluk hidup pasti muncul bersamaan pada makluk hidup. Mekanisme kedua yang diklaim darwin sebagai pemicu adanya evolusi adalah adanya Mutasi. Berbagai percobaan berkenaan dengan mutasi gen telah dilakukan oleh para penganut darwin, mereka dengan gigih ingin membuktikan kebenaran tentang teori mereka, mereka bereksperimen dengan jalan memberikan efek sinar radiasi kepada kode-kode yang terdapat pada DNA suatu makluk hidup. Hasilnya tidak menambah informasi baru pada makluk hidup tersebut melainkan hanya akan merusak informasi yang sudah ada sehingga menghasilkan individu cacat dan mati. Dengan kata lain tidaklah bisa difahami jika dengan mutasi para evolusionis mampu memberikan sepasang mata pada makluk hidup yang memang tidak punya mata, atau memberikan sepasang sayap pada makluk hidup yang memang tidak punya sayap. Dari sini sudah jelas betapa makluk hidup dengan segala kerumitannya merupakan sebuah perancangan cerdas yang disengaja bukan seperti klaim darwin bahwa makluk hidup terjadi adanya perubahan komulatif dan dikendalikan sepenuhnya oleh peristiwa kebetulan. Bantahan terhadap evolusi juga terjadi pada paleontologi yang pada kesempatan lain akan segera saya kemukakan.
Based on harun yahya's movie
qolbskita
baca selanjutnya..
Tampilkan postingan dengan label science and technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label science and technology. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Agustus 2009
Teori Big bang ( The Big Bang Theory )
Jika kita memandang langit malam hari mesti kita takjub akan keindahan bintang-bintang yang bertaburan dengan cahayanya yang kerlap-kerlip. pernahkah kita berfikir bagaimanakah ini semua berawal?
pertanyaan ini sudah ada sejak lama ada dalam pikiran manusia untuk bisa mengetahui rahasia penciptaan langit. berbagai teoripun dikemukakan oleh pemikir-pemikir yang ada dizamannya sesuai dengan tingkat peradabannya. akan tetapi yang menjadi titik pembahasan kali ini adalah teori yang muncul mulai abad 19 dan abad 20 karena pada abad ini manusia dalam mengungkap misteri alam semesta sudah menggunakan alat bantu yang lebih modern dari sebelumnya. sebelum teori bigbang muncul teleah ada teori yang menjelaskan tetang asal mula alam semesta yaitu apa yang mereka sebut teori steady state atau teori keadaan tetap. teori ini menjelaskan bahwa alam semesta sekarang ini ada sudah ada sejak jaman dahulu kala dan akan tetap ada sama seperti sekarang ini. pencetus teori ini Sir Fred Hoyld menolak jika alam semesta dilahirkan atau bermula karena adanya penciptaan. penganut teori ini kebanyakan dari kalangan kaum ateis maupun materialis. seiring perkembangan teknologi muncul sebuah teori baru pada abad 20 yaitu apa yang mereka sebut Teori BigBag atau Teori Ledakan Besar. lahirnya teori ini bermula dari pengamatan yang dilakukan oleh Edwin Hubble di observatorium mount wilson pada tahun 1929. melaluiu teleskop terbesar saat itu hubble mengamati bintang-bintang malam dan mendapati bintang-bintang dan galaksi yang ia amati terus cenderung bergeser berwarna merah. sesuai hukum fisika satu cahaya yang menjauhi titik pengamatan akan cenderung kearah merah, dengan kata lain alam semesta terus mengalami pengembangan. jika waktu kita putar kebelakang sampai awal waktu maka akan didapati alam semesta ini bermula dari titik bervolume nol dengan kepadatan tak terhingga. dari sinilah muncul teori bigbang yang menjelaskan bahwa alam semesta berawal dari satu titik tunggal yang berisi semua materi alam semesta yang darinya kemudian mengalami ledakan dan terus mengalami pengembangan hingga nampak alam semesta seperti sekarang ini dan akan terus mengembang. pada awal muncul teori ini para penganut teori keadaan tetap dan penganut teori-teori lainnya menentang teori ini.
seorang penganut teori keadaaan tetap George Gamov mengemukakan jika teori bigbang benar maka harus ada suatu sisa radiasi yang terpancar dari penjuru alam semesta yang berasal dari radiasi sisa ledakan besar tersebut. tidak selang lama tanpa sengaja radiasi yang merupakan sisa ledakan besar tersebut ditemukan oleh ilmuan amatir Arnold Penzias dan Robert Wilson, keduanya mendapat hadiah Nobel atas penemuannya.
bersamaan munculnya alam semesta lahirpula apa yang kita sebut dengan "waktu". waktu adalah suatu gagasan yang berhubungan dengan materi dan tidak bisa dijelaskan tanpa adanya materi.
luas diketahui jika sebuah ledakan adalah akan mengakibatkan rusaknya suatu tatanan dan menghancurkannya berkeping-keping tetapi mengapa hal ini tidak terjadi pada Bigbang malah justru sebaliknya ledakan BigBang menyusun materi-materi dan atom-atom membentuk bintang, planet,galaksi yang nampak seperti sekarang ini?
inilah satu pertanyaan yang mengarah pada adanya satu perancangan cerdas atas BigBang tersebut. bigbang adalah suatu rancangan cerdas sebab ledakan bigbang membentuk materi penyusun alam semesta, andai bukan suatu rancangan cerdas maka hasil bentukan bigbang tidak akan menghasilkan alam semesta seperti sekarang ini.
Stepen Hawking dalam bukunya Brief History Of Time menjelaskan jika laju tatanan alam semesta 1/100 ribu trilyun lebih lambat dari laju sebenarnya maka alam semesta akan kembali menciut dan jika lebih cepat 1/100 ribu trilyun dari laju yang sebenarnya maka alam semesta akan berhamburan dan akan runtuh maka tidak akan ada alam semesta seperti sekarang ini. Denis Sciama juga menjelaskan adanya konstanta-konstanta dasar alam muncul secara ajaib seiring munculnya bigbang adalah suatu bukti adanya perancangan cerdas tersebut.
itulah hasil akhir dari keingin tahuan manusia tentang asal-usul alam semesta, semua bukti ilmiah yang ditemukan denagn bantuan peralatan modern mengarah pada kesimpulan bahwa Waktu dan Alam Semesta diciptakan oleh Zat yang Agung yang tidak terikat pada keduanya.
qolbskita
baca selanjutnya..
Jika kita memandang langit malam hari mesti kita takjub akan keindahan bintang-bintang yang bertaburan dengan cahayanya yang kerlap-kerlip. pernahkah kita berfikir bagaimanakah ini semua berawal?
pertanyaan ini sudah ada sejak lama ada dalam pikiran manusia untuk bisa mengetahui rahasia penciptaan langit. berbagai teoripun dikemukakan oleh pemikir-pemikir yang ada dizamannya sesuai dengan tingkat peradabannya. akan tetapi yang menjadi titik pembahasan kali ini adalah teori yang muncul mulai abad 19 dan abad 20 karena pada abad ini manusia dalam mengungkap misteri alam semesta sudah menggunakan alat bantu yang lebih modern dari sebelumnya. sebelum teori bigbang muncul teleah ada teori yang menjelaskan tetang asal mula alam semesta yaitu apa yang mereka sebut teori steady state atau teori keadaan tetap. teori ini menjelaskan bahwa alam semesta sekarang ini ada sudah ada sejak jaman dahulu kala dan akan tetap ada sama seperti sekarang ini. pencetus teori ini Sir Fred Hoyld menolak jika alam semesta dilahirkan atau bermula karena adanya penciptaan. penganut teori ini kebanyakan dari kalangan kaum ateis maupun materialis. seiring perkembangan teknologi muncul sebuah teori baru pada abad 20 yaitu apa yang mereka sebut Teori BigBag atau Teori Ledakan Besar. lahirnya teori ini bermula dari pengamatan yang dilakukan oleh Edwin Hubble di observatorium mount wilson pada tahun 1929. melaluiu teleskop terbesar saat itu hubble mengamati bintang-bintang malam dan mendapati bintang-bintang dan galaksi yang ia amati terus cenderung bergeser berwarna merah. sesuai hukum fisika satu cahaya yang menjauhi titik pengamatan akan cenderung kearah merah, dengan kata lain alam semesta terus mengalami pengembangan. jika waktu kita putar kebelakang sampai awal waktu maka akan didapati alam semesta ini bermula dari titik bervolume nol dengan kepadatan tak terhingga. dari sinilah muncul teori bigbang yang menjelaskan bahwa alam semesta berawal dari satu titik tunggal yang berisi semua materi alam semesta yang darinya kemudian mengalami ledakan dan terus mengalami pengembangan hingga nampak alam semesta seperti sekarang ini dan akan terus mengembang. pada awal muncul teori ini para penganut teori keadaan tetap dan penganut teori-teori lainnya menentang teori ini.
seorang penganut teori keadaaan tetap George Gamov mengemukakan jika teori bigbang benar maka harus ada suatu sisa radiasi yang terpancar dari penjuru alam semesta yang berasal dari radiasi sisa ledakan besar tersebut. tidak selang lama tanpa sengaja radiasi yang merupakan sisa ledakan besar tersebut ditemukan oleh ilmuan amatir Arnold Penzias dan Robert Wilson, keduanya mendapat hadiah Nobel atas penemuannya.
bersamaan munculnya alam semesta lahirpula apa yang kita sebut dengan "waktu". waktu adalah suatu gagasan yang berhubungan dengan materi dan tidak bisa dijelaskan tanpa adanya materi.
luas diketahui jika sebuah ledakan adalah akan mengakibatkan rusaknya suatu tatanan dan menghancurkannya berkeping-keping tetapi mengapa hal ini tidak terjadi pada Bigbang malah justru sebaliknya ledakan BigBang menyusun materi-materi dan atom-atom membentuk bintang, planet,galaksi yang nampak seperti sekarang ini?
inilah satu pertanyaan yang mengarah pada adanya satu perancangan cerdas atas BigBang tersebut. bigbang adalah suatu rancangan cerdas sebab ledakan bigbang membentuk materi penyusun alam semesta, andai bukan suatu rancangan cerdas maka hasil bentukan bigbang tidak akan menghasilkan alam semesta seperti sekarang ini.
Stepen Hawking dalam bukunya Brief History Of Time menjelaskan jika laju tatanan alam semesta 1/100 ribu trilyun lebih lambat dari laju sebenarnya maka alam semesta akan kembali menciut dan jika lebih cepat 1/100 ribu trilyun dari laju yang sebenarnya maka alam semesta akan berhamburan dan akan runtuh maka tidak akan ada alam semesta seperti sekarang ini. Denis Sciama juga menjelaskan adanya konstanta-konstanta dasar alam muncul secara ajaib seiring munculnya bigbang adalah suatu bukti adanya perancangan cerdas tersebut.
itulah hasil akhir dari keingin tahuan manusia tentang asal-usul alam semesta, semua bukti ilmiah yang ditemukan denagn bantuan peralatan modern mengarah pada kesimpulan bahwa Waktu dan Alam Semesta diciptakan oleh Zat yang Agung yang tidak terikat pada keduanya.
qolbskita
baca selanjutnya..
Langganan:
Postingan (Atom)
